[REVIEW] Novel Timeline (Mesin Waktu) karya Michael Crichton

Dipublikasikan pada 8/12/2015 08:22:00 PM oleh Riza Miftah Muharram 1 Comments


Novel Timeline (Mesin Waktu). Terima kasih Luna untuk bukunya!
Uwuwu

Belakangan ini gue jadi suka nulis review novel di blog ya. Entah kenapa, gue suka nulis review-review kayak gini setelah baca sebuah karya dari penulis hebat. Rasanya pengin orang lain juga baca karya mereka, yang jauh lebih bermanfaat ketimbang baca timeline sosial media.

Ngomongin timeline, Sabtu kemarin sempat mampir ke rumah teman yang gak jauh-jauh banget untuk hadir di acara aqiqah dirinya. Luna namanya, perempuan berumur 18 tahun dengan wajah manis tapi sayangnya udah ada yang punya. Ya sudahlah..

Selesai acara sekitar sore hari, tamu udah pada pulang, gue dan temen-temen lain yang juga hadir memutuskan untuk main dulu di rumah Luna yang sederhana. Singkat cerita, gue menemukan sebuah novel yang keren abis, laik buat dibaca: TIMELINE (Mesin Waktu) karya Michael Crichton. Gue iseng baca-baca bab awalnya, dan tanpa pikir panjang gue minta izin ke Luna buat minjam novelnya.

Dan lahirlah review singkat ini:

Hmm. Mesin waktu...

Percaya bahwa mesin waktu itu ada? Atau bahkan percaya kalau di masa depan kita benar-benar bisa menjelajah waktu? Nah, di novel Timeline inilah penjelasan fiksi ilmiahnya. Cara sang penulis, Michael Crichton, untuk menjelaskan kalau mesin waktu ini adalah suatu mesin yang tercipta dari ilmu fisika kuantum, seakan bisa memengaruhi pembaca bahwa mesin waktu itu bisa diadakan suatu hari nanti.

Konsep mesin waktu di novel ini adalah perpindahan antar semesta, jadi ketika seseorang pindah ke masa lalu, tubuh mereka diurai terlebih dahulu, baru kemudian dibentuk lagi di masa yang dituju. Mirip mesin transpoter di film Star Trek, bedanya cuma di cara kerja aja..

Terdengar gak masuk akal memang, tapi siapa tahu ini memang mungkin? Karena konsepnya penguraian manusia, maka mesin ini dapat beresiko membuat manusia yang berpindah semesta tadi mempunyai tubuh yang tidak sempurna, acak-acakan susunan tubuhnya, bahkan menimbulkan kematian.

Nah, di novel ini, suatu perusahaan teknologi besar ITC yang begitu berambisi membuat teknologi baru berhasil menciptakan mesin waktu. Banyak yang telah dijadikan kelinci percobaan, baik itu manusia maupun hewan, ada yang berhasil, ada pula yang tubuhnya mengalami kekacauan sistem, sehingga tidak normal lagi. Cukup bikin merinding pas baca bagian ini!

Selain itu, ada pula yang terjebak di masa lalu, tanpa bisa dikembalikan. Tapi hal ini, tidak diketahui oleh para mahasiswa yang sedang menggali reruntuhan kastil di Prancis. Mereka pun terpaksa melakukan perjalanan waktu gara-gara Profesor mereka lenyap di masa lalu, sekitar tahun 1300an, dan hanya merekalah yang harus menyelamatkannya.

Berangkatlah keempat mahasiswa tersebut. Dengan didampingi dua orang pemandu, salah seorang mahasiswa David Stern akhirnya memutuskan tidak jadi berangkat, sehingga sisa tiga temannyalah yang berangkat, Marek, Chris dan Kate. Tragedi muncul ketika mereka baru saja sampai di masa lalu. Dua pemandu mereka terbunuh seketika.

Parahnya, salah satu guide itu terkirim kembali ke masa kini ketika sedang menyiapkan granat untuk dilemparkan kepada musuh. Dan terjadilah insiden itu, ketika dia sampai di masa kini, granat tersebut merusak mesin dan ruangan tempat mesin waktu tersebut berada. Tanpa ketiga mahasiswa tersebut sadari, mereka terjebak di masa lalu.

Waktu yang tadinya 37 jam untuk batas menyelamatkan profesor, akhirnya menjadi tidak tentu, tetapi mereka tidak menyadarinya, karena hubungan dengan masa kini benar-benar terputus. Mereka pun tetap memutuskan menyelamatkan profesor walau tanpa bantuan pemandu tadi. Sementara di dunia masa kini, David yang memutuskan tidak ikut untuk menyelamatkan profesor, berjuang memperbaiki alat dan mesin waktu ini, agar teman-temannya dapat kembali ke masa kini.

Sci-fi. Buku Michael Crichton ini novel pertama karya beliau yang gue baca. Surprise juga banyak istilah-istilah fisika dan ilustrasi-ilustrasi kece di dalam novel ini. Seperti telah disebutkan di atas, seakan-akan Crichton mampu meyakinkan kita bahwa mesin waktu itu ada. Melihat banyaknya referensi dan daftar pustaka yang ada di belakang buku ini, bisa dibayangkan riset yang dilakukan Crichton sebelum menulis. Seakan dia ingin membuat novel ini sesempurna mungkin. Dan menurut gue memang sempurna!

Menurut gue, setting abad ke 13 di buku ini cukup real, kesannya begitu nyata dan hidup, gak sia-sia Crichton mengadakan riset dan membaca banyak referensi. Jalan ceritanya sendiri cukup sadis, karena banyaknya adegan terluka, pembunuhan dan juga kekerasan dalam novel ini. Tapi gak akan mengurangi kenikmatan kita dalam menjelajah abad ke-13.

Selamat membaca novelnya!

1 comment:

Punya pendapat tentang tulisan di atas? Beri komentar Kamu di bawah ini.