Kenapa Menulis?

Dipublikasikan pada 9/02/2015 07:42:00 PM oleh Riza Miftah Muharram 3 Comments


Reading is hot, writing is cool
Uwuwu

Oke, sesuai judulnya, di tulisan kali ini gue mau berbagi tentang cerita kenapa menulis. Gue sendiri berkecimpung (azegh..) di dunia tulis-menulis udah mau masuk tahun kelima. Awalnya emang suka nulis sesuatu di jurnal kecil untuk catet hal-hal penting aja, sih. Kebetulan gue orangnya sedikit pelupa.

Tahun kedua gue menulis adalah ketika membangun situs web bertajuk astronomi, kalian bisa kunjungi di sini: Info Astronomy. Di situs web itu ada ribuan tulisan gue dari tiga tahun situs webnya berdiri. Sekarang kurang lebih ada 5400an artikel di sana. Nah, di tahun keempat, gue alhamdulillah bergabung dengan salah satu portal media berita yang cukup punya nama di Indonesia. Upss, gue gak akan beberkan nama medianya di sini. Takut disangka riya.

Di portal media berita tempat gue kerja, gue awalnya ada di bagian content specialist. Tugasnya gancil, cuma atur berita yang akan diterbitkan di situs web mereka. Berbulan-bulan berikutnya, gue berhasil naik jabatan menjadi penyunting. Kali ini seru, gue setiap hari pasti bercengkrama, walaupun secara online lewat email, dengan para wartawannya. Asli, asik banget mereka. Hehehe.

"Reading is hot, writing is cool." - A.S. Laksana

Awal suka nulis tentunya berawal dari suka baca. Sejujurnya, gue gak terlalu gila baca, alias cuma baca buku-buku yang gue sukai aja. Tapi kayaknya tiap orang memang begitu: cuma suka baca buku yang dia suka. Ya kan?

Kalau ditanya, apa alasan mau menulis setelah suka membaca? Jawabannya: cinta tak perlu alasan.

Untuk beberapa orang, menulis adalah perkara yang besar dan sulit. Mereka gak tau harus memulai dari mana, memulai dengan kata apa, lalu dilanjutkan dengan bagian apa. Menurut gue, menulis adalah proses memetakan pikiran kita. Mengetahui bahwa beberapa orang sulit menulis, hal itu mungkin karena mereka sulit menyusun kepingan-kepingan pikiran yang ada di dalam kepala mereka. Seperti potongan puzzle yang rumit, ruwet.

Mereka tau gimana menyuarakannya, berpendapat, bersuara. But when it comes to write, they have no idea how to do it.

Gue suka membaca. Gue berkunjung ke toko buku hampir sebulan sekali, pas gajian (muehehe..). Kadang gue membawa pulang dua sampe tiga buku tapi kadang juga cuma sekadar baca di toko aja. Gue sering merasa takjub betapa banyaknya jumlah buku disana. Dan betapa banyaknya orang yang mampu menulis, mampu berkarya. Mampu melakukan apapun dengan menulis.

Bagi gue menulis bukan sekedar media beropini. Jangan percaya kalau ada yang bilang “Gue gak bisa menulis”. In fact, everyone can write. Semua orang yang diajarkan calistung (baca, tulis, hitung) saat kecil dan mengenal alfabet bisa menulis. Buktinya kita bisa mengetik pesan, email, status di Facebook, di Twitter, Path. Walaupun kecil, hal-hal itu adalah aktivitas menulis.

Sekali lagi kenapa harus menulis?

Mari kita balik pertanyaannya, “Kenapa tidak?”

Kalau dengan menulis kita bisa meluluhkan perasaan wanita yang kita cinta. Kalau dengan menulis kita bisa mengubah kebijakan pemerintah. Kalau dengan menulis dua negara bisa berdamai. Kalau dengan menulis seorang anak miskin yang cerdas bisa mendapat beasiswa belajar ke luar negeri dari negara. Kalau dengan menulis kita bisa terkenal. Kalau dengan menulis kita bisa menyalurkan ide, konsep, teori dan gagasan kita kepada generasi penerus di masa depan. Kalau dengan menulis kita bisa berada di tempat lain di manapun kita mau.

Dan kenapa tidak, jika dengan menulis kita bisa abadi?

3 comments:

  1. Salam Anak Negri Indonesia yang Cerdas Baca Tulisan dan Opini tentang Tulisan Riza Asyik bacanya dan bagus buat memotivasi sosok pemula yang ingin bercerita dalam bentuk Tulisan. Good Job- Riza Teruskan Bakatmu dan Berbagi itu indah ;-)

    ReplyDelete

Punya pendapat tentang tulisan di atas? Beri komentar Kamu di bawah ini.